4 Hours in Martapura

Apa yang paling mudah dilakukan saat menunggu pesawat delay  ke Jakarta but you don't know what to do? Sight seeing is the possible way. Tapi kali ini saya bukan hanya sekedar lihat-lihat, tapi menemukan keseruan di sebuah kota kecil bernama Martapura. Martapura letaknya di kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, hanya sekitar 1 jam dari Banjarmasin. Kota ini terkenal dengan intannya karena disini merupakan salah satu penghasil intan dan permata terbesar di Indonesia. Tak sulit menuju kota ini karena ada banyuak angkot dari Banjarmasin kesini. Satu hal yang paling mencolok dari kota ini adalah panasnya yang luar biasa!

Di jam-jam sibuk seperti ini, kota ini memang terlihat sangat sepi, tapi coba tengok pasar Cahaya Bumi Selamat, salah satu pusat penjualan batu intan dan permata dan cinderamata terbesar di Martapura, ini sangat ramai sekali. Semua orang sepertinya tahu rasanya tidak afdol kalau ke Martapura tidak belanja batu-batuan cantik itu, begitu juga dengan saya. Saya mengunjungi salah satu pusat penjualan batu-batu cantik itu di sebuha toko yang kental dengan warna kuningnya. Masuk ke toko ini seperti masuk ke gudang harta karun, deretan aksesoris berwarna-warni yang terbuat dari beragam batuan digantung dengan rapi di etalasenya. Coba tengok lebih dalam, saya menemukan ada banyak cincin dan gelang terbuat dari permata dan intan asli yang sangat cantik dan harganya berjuta-juta pula!



Namun, jika tidak memiliki uang banyak, ada banyak pilihan aksesoris murah seperti kalung dan gelang yang terbuat dari batuan akik standar dengan harga yang juga terjangkau. Di beberapa toko permata disini, kita juga bisa twar menawar harga dan biasanya untuk aksesoris atau batu yang memang mahal harganya. Untuk yang murah biasanya sudah dipatok harga pas.Saya sendiri bisa melihat betapa pecinta-pecinta permata dan aksesoris itu berbelanja dengan laparnya disini. Rata-rata ibu-ibu yangn suka perhiasan dan terlihat berniat menjual kembali di luar kota ini. Ya, memang sangat menguntungkan jika belanja perhiasan disini, dengan harga sangat murah karena memang diproduksi langsung disini, kita juga bisa menjualnya lagi dengan harga yang lebih tinggi, kan.



Setelah puas berbelanja, rasa penasaran saya tertuju ke masjid terbesar di Kalimantan Selatan yang katanya ada di Martapura. Hanya menggunakan satu kali angkot dari pasar Cahaya Bumi Selamat saya berhasil menemukan Masjid Agung Al-Karomah. Masjid yang dulunya bernama Masjid Jami Martapura ini sudah berdiri sejak tahun 1897. Dulunya masjid ini terbuat dari kayu ulin asli yang sangat dipercaya oleh orang-orang Kalimantan sebagai kayu yang semakin tua semakin kuat. Namun, seiring pergantian zaman, masjid ini direnovasi dan dibangun dengan struktur beton yang lebih kuat dengan interior dan eksterior yg lebih cantik dan megah. Mata say bersinar-sinar melihat betapa megahnya masjid ini dengan warna kuning pada dinding dan kubah berbahan enamel yang cantik dengan ornamen birunya. Masuk ke bagian dalamnya pun saya masih bisa melihat ukiran dan ornamen ukir yang cantik pada tiap jendela dan pintunya. Sayangnya, saking besarnya masjid ini, masih banyak saja orang yang memanfaatkan masjid sebagai tempat untuk tidur siang bukan tempat ibadah seutuhnya. Dibagian depan masjid ini terdapat lapangan dari keramik yang sangat luas dihias dengan menara masjid yang juga tinggi menjulangn dengan warna kuningnya yang bersaing dengan cantiknya langit biru siang itu.



Kunjungan singkat saya ke Martapura diakhiri dengan menyantap makan siang di sebuah kedai kecil di sebelah alun-alun Ratu Zulaecha dekat pasar Cahaya Bumi Selamat atau tepatnya di Jl. Ahmad Yani. Yang unik disini, saya menemukan mie yamin berwarna merah! Kalau di Jakarta mie ini biasanya berwarna cokelat karena pengaruh kecap, disini mie yamin dibuat dengan pewarna makanan merah dan tidak kering, tetap berkuah namun sedikit. Huah, awalnya sih parno banget makan mie warnanya merah pekat begitu, tapi pas dicobain nggak too bad banget sih. Mie-nya kenyal dan kuahnya juga gurih. Memang selalu ada hal-hal unik dari setiap kota. Pernah menemukan hal-hal unik seperti mie merah yang saya temukan di Martapura ini, guys? Jangan lupa share disini yaa...Yuk, mari cintai keunikan daerah-daerah di Indonesia!




0 komentar:

Posting Komentar