Gigi Ngilu? Just Say It, Sensodyne Helps You!

Beberapa minggu lalu ada yang bertanya ke saya? Pernah takut gigi ngilu kalau makan/minum apa? Lah, saya bingung jawabnya, perasaan setiap makan saya nggak pernah ngilu. Terus orang itu nanya lagi, yakin saya nggak bohong sama gigi sendiri atau gengsi ngakuin kalau gigi saya sensitif. Seketika saya baru mikir, setelah minum jus dingin dan ngegigit gorengan yang panas banget, saya ngerasa ada rasa sakit “nyes” dan sedikit nusuk gitu di beberapa bagian gigi. Oh, jadi itu toh yang namanya ngilu. Saya pikir sih itu normal tapi usut punya usut ngilu itu tandanya gigi kita sensitif. Waks, berarti selama ini saya nggak ngeh dong kalau gigi saya sensitif.

Fortunately, setelah panik mendadak, saya tiba-tiba dapat undangan dari salah satu teman blogger untuk datang ke acara “Sensodyne Just Say It Blogger Meet Up” 10 Maret 2013 lalu di Turkuaz resto, Gunawarman, Jakarta Selatan. Saya langsung bersorak girang, soalnya itu tandanya saya bakal dapat pencerahan bagaimana mengatasi gigi ngilu saya ini. Acara yang diadakan dalam rangka kampanye kesadaran akan gigi ngilu dari Sensodyne ini didatangi oleh beragam blogger mulai dari food blogger sampai perkumpulan ibu-ibu blogger loh. Sebelum acara dimulai, blogger disuguhkan dengan aneka cemilan hangat seperti mushroom goreng, hitung-hitung tes gigi ngilu di awal hehehe…

cemilan pembuka anti @GigiNgilu

Acara ini dibuka dengan meriah oleh MC @ernestprakasa dan dipandu oleh tiga pembicara yaitu Drg. Bambang Nursasongko SpKG (pendiri Jakarta Dental Specialist Club and Training Center sekaligus ketua IKORGI, Ikatan Konservasi Gigi Indonesia), Drg. Ariandes Veddytaro (Dental Detailing Manager untuk GlaxoSmithKline) dan Amanda Parikesit (Brand Manager GlaxoSmithKline). Selanjutnya, dokter Bambang mulai memaparkan tentang kesehatan gigi dan all about gigi ngilu. Menurut data Ipso Indonesia, 2011, 45% orang di Indonesia merasakan gigi ngilu saat mengonsumsi makanan/minuman dingin, panas, manis ataupun asam. Bahkan, 52%-nya tidak menyadari kalau gigi ngilu itu sebenarnya akibat gigi mereka sensitif dan tidak pernah memeriksakan ke dokter. Dokter Bambang menambahkan bahwa orang Indonesia kebanyakan gengsi mengakui kalau giginya ngilu karena takut ke dokter gigi. Padahal saat ini dokter gigi sudah semakin modern, bahkan untuk anak kecil pun, dokter gigi sudah memodifikasi bor gigi dengan nyanyian suapaya anak-anak nggak takut saat gigi-nya di bor.

aneka varian Sensodyne toohpaste

Akibatnya, kebanyakan orang membiarkan saja gigi ngilu mereka dan beranggapan kalau gigi sensitif tidak akan menimbulkan dampak serius. Padahal kalau dilihat dari awal gigi ngilu akibat gigi sensitif itu bukan sekedar penyakit biasa lho. Gigi sensitif awalnya dipicu oleh  penipisan pada lapisan email (lapisan luar gigi) sehingga lapisan tengah gigi, yang disebut dengan "dentin" menjadi terbuka. Kalau dentin sudah terbuka dan terkena rangsangan dari makanan/minuman baik yang dingin, asam, manis atau panas, cairan dalam tubula dentin yang terhubung ke saraf gigi akan berekasi kerasa dan menimbulkan rasa ngilu yang tajam.

Sebenarnya, gigi sensitif bukan hanya disebabkan oleh terbukanya dentin, ada banyak kebiasaan sehari-hari kita yang dapat menyebabkan gigi sensitif, salah satunya adalah cara menyikat gigi yang salah. Menyikat gigi tidak perlu terlalu kuat apalagi dengan sikat yang kasar. Hal seperti itu alah akan membuat lapisan email gigi semakin tipis. Jangan samakan gigi dengan lantai kata dokter Bambang. Kalau lantai makin kencang disikat, makin bersih dan licin, kalau gigi makin disikat kerasa malah makin menipis lapisannya. Selain itu, gangguan pada gusi (Gingivitis) dan gusi turun juga dapat menyebabkan gigi sensitif. Salah satu penyebab lain yang mungkin paling tidak disadari adalah gigi gemeletuk atau bruxism yang dimulai dari kebiasaan menggertakkan gigi saat diam atau bergemeletuk sendiri saat tidur. Menurut dokter Bambang bruxism disebabkan oleh faktor stres/gangguan psikologi yang tinggi pada seseorang. Kalau pada anak selain karena faktor perkembangan gigi, bisa jadi karena faktor stress lingkungan juga lho.

Dr. Bambang N menjelaskan tentang dentin gigi

salah satu contoh gigi rusak

Nah, coba lihat deh dari beberapa faktor di atas kira-kira kamu merasakan gigi sensitif karena faktor yang mana. Kalau sudah tahu, sebenarnya ada banyak cara untuk melakukan pencegahan dini sebelum mendapatkan perawatan dokter lebih lanjut, diantaranya adalah mengurangi makanan/minuman bersoda dan yang mengandung asam. Biasakan juga tidak mengertak-gertakkan gigi saat diam dan kurangi stress untuk mencegah bruxism. Dan yang paling penting tentunya menyikat gigi dengan benar dan menggunakan pasta gigi yang benar juga. Menurut dokter Bambang, biasakanlah menyikat gigi 2x sehari, saat setelah sarapan dan sebelum tidur. Selain itu, jangan menyikat gigi terlalu keras karena gigi nantinya bisa terkikis dan gusi mengalami resesi. Gunakan juga sikat gigi yang lembut dengan cara naik turun ke atas dan bawah. Baiknya, menyikat gigi dilakukan 30 menit setelah makan supaya zat asam yang ada di dalam gigi hilang. Ibarat garam yang mudah larut dengan air, begitu juga gigi yang akan makin kuat dengan asam. Oleh karena itu, tunggu sampai asamnya hilang, baru deh sikat gigi. Jangan lupa tetap memeriksakan gigi ke dokter minimal 6 bulan sekali

                                                                 Dr. Bambang N, Mas Andes & Mas Amanda Parikesit

Kalau sudah paham cara menyikat gigi yang benar, kini saatnya memilih pasta gigi yang baik untuk mencegah dan merawat gigi sensitif. Again, menurut dokter Bambang baiknya kita tidak mengunakan pasta gigi yang mengandung soda yang menghasilkan ampas kasar yang berbahaya jika menempel pada gigi. Salah satunya, kandungan yang terdapat pada heavy smoker toothpaste. Pilihlah pasta gigi yang mengandung Strontium Chloride, Potassium Nitrat, atau Stronsium Asetat. Supaya nggak capek-capek mencari pasta gigi dengan ketiga kandungan itu, Mas Amanda Parikesit dari GlaxoSmithKline, langsung memperkenalkan beragam varian Sensodyne yang terbukti membantu mencegah dan merawat gigi sensitif.

Mengapa memilih Sensodyne?

Selain karena sudah 50 tahun berpengalaman dibidangnya untuk melindungi gigi sensitif, Sensodyne bekerja dengan cara membentuk lapisan perlindungan dalam gigi dengan bahan aktif yang terkandung pada tiap-tiap varian, yaitu Potassium Nitrat, Stronsium Asetat dan NovaMin®. Potassium Nitrat membantu menenangkan saraf dan memberikan perlindungan dari rasa ngilu; Stronsium Asetat, menggantikan kandungan kalsium yang hilang dari dentin dengan cara menyumbat tubula dentin yang terbuka oleh karena terkikisnya lapisan email gigi maupun penurunan gusi; dan formula teknologi NovaMin® yang dapat membentuk kembali lapisan mineral gigi alami untuk melindungi gigi yang sensitif.

Ada 8 varian Sensodyne yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan gigi masing-masing termasuk yang juga membantu mengembalikan warna putih alami gigi, yaitu Repair & Protect, Total Care, Gentle Whitening, Fresh Mint, Gum Care, Cool Gel, Original Flavour, dan Rapid Relief.

Nah, untuk lebih membantu masyarakat Indonesia dalam mengenali, memahami, mencegah dan merawat gigi sensitif, Sensodyne mengadakan program #JustSayIt yang mengajak konsumen untuk nggak malu memberitahu makanan atau minuman apa saja yang membuat gigi ngilu. Program berskala besar ini dimulai dari 10 Maret – 10 Mei 2013 dengan melakukan kampanye anti gigi ngilu di berbagai media mulai dari microsite Sensodyne, twitter, facebook, print ad dan radio, campus activation sampai chill test di beberapa pusat perbelanjaan. Sebagai apresiasi untuk yang nggak malu ngakuin kalau giginya ngilu, dalam program ini Sensodyne juga bagi-bagi hadiah yang luar biasa besar seperti 5 buah Apple Iphone 5, 50 Samsung Galaxy SIII Mini dan 500 hampers Sensodyne! Dahsyat!

Nah, kalau gitu nggak usah gengsi mengakui kalau gigi kamu ngilu, #JustSayIt melalui microsite Sensodyne di http://justsayit.sensodyne.co.id. Kasih tahu aja makanan atau minuman apa yang membuat gigi kamu ngilu.


Kamu juga bisa aktif follow twitter Sensodyne di @GigiNgilu, posting dengan hashtag #JustSayIt atau cek info tentang program ini di facebook mereka SensodyneIndonesia.



Presentasi Sensodyne #JustSayIt Program by Mas Amanda Parikesit

Eits, tunggu dulu, setelah kampanye #JustSayIt, Sensodyne masih menantang 4 blogger untuk tes gigi ngilu dengan Food Challenge, lomba makan makanan panas dan dingin tanpa jeda. Wuih, lihat deh video di bawah ini, 4 orang blogger beradu makan nasi turki yang panas, es krim, hingga teh panas dalam sekejap. Nggak perlu takut doong kan sudah pakai Sensodyne, jadi giginya nggak ngilu lagi.

keseruan Food Challenge bareng 4 blogger


4 blogger sedang asik ikut lomba makan

Yang nggak bisa ikutan lomba juga dimanjakan oleh Turkuaz yang menjadi tempat acara dengan aneka masakan Turki yang kesemuanya sehat dan aman untuk gigi.

authentic Turki cuisine

authentic Turki cuisine

goodie bag dari Sensodyne

Wah, nggak nyangka acara hari ini selain edukatif juga ngebantu saya dan banyak blogger lainnya mengenali, mencegah dan merawat gigi kami yang kebanyakan ternyata sensitif hehehe....Jadi, sudahkah kamu mengakui kalau gigi kamu ngilu? Yuk, #JustSayIt with Sensodyne dan bersama-sama kita kampanyekan mudahnya mengenali, memahami, mencegah dan merawat gigi sensitif. 

Salam senyum anti ngilu,

Icha


*tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Sensodyne Just Say It Blogger Competition

0 komentar:

Poskan Komentar