GPLC 2010 : Part III

Wednesday, October 13th, 2010

NAMA INDONESIA DI MATA NEGARA TETANGGA a.k.a MALAYSIA SUDAH TERCEMAR!!


Liat deh judul di atas, saya bukannya menjelek-jelekkan negara sendiri dan membela negara tetangga kita itu. tapi yaa saya merasakan sendiri betapa negara kita ini sangat dodol bin dodolipet sampe2 orang2 negara tetangga itu sebel banget ama negara kita. Huaahh...jangankan mereka saya sebagai warga negara aja kadang-kadang nggak abis pikir kenapa sih negara ini malah ngejatuhin harga diri mereka sendiri. seharusnya kan mereka membuat diri meraka feel being appreciated by other people specially foreign people...

Udah-udah kelamaan basa-basi saya, sekarang saya mau ceritakan kronologisnya begini...hari ini super duper sibuk di sekretariat. Saya udah kayak telepon berjalan, telepon sana-sini, ditelepon sana-sini, plus merangkap jadi personal assistant-nya si bos. Nah, yang paling menyebalkan dan bikin saya pengin banting telepon itu adalah ketika menelepon pemda DKI…Saya sangat menghargai pekerjaan saya. Dengan senang hati saya bangga bisa berhubungan dengan orang-orang pemda, tapii kenapa ya mereka kok jadi nggak menghargai saya. Cuma memastikan apakah panitia acara SUDAH mendapatkan sambutan gubernur DKI untuk ditaruh di buku souvenir ACARA KAMI, mereka rempongnyaaaa setengah mati. Kebanyakan alesan deh, ya belom di acc-lah, orang bagian ini belum mengetahuilah, belum disetujuin sekpri-lah. Persisi bola pingponng gue di oper sana-sini. Belom lagi mereka bilang nggak cukup sehari untuk undangann itu ditandatangin sama pak Gubernur, padahal waktunya udah tinggal dua hari lagi dan sesuai kesepakatan mereka harusnya ngasih tuh sambutan jauh2 hari…Pliiss deh pak, koordinasi aja kok susah amat.

Nah, gara2 itulah bos saya si Negara tetangga langsung marah besar, Dia langsung mencibir dengan bilang ‘Welcome to Indonesia’ dengan nada melecehkan. Sumpah saya sangat miris mendengarnya. Ditambah lagi, pas saya nerima undangan yang sudah kami pesan jauh2 hari dari pihak balaikota untuk gala dinner, pas diliat undangannya salah semua…buseeettt…padahal orang balaikota dan panitia sudah sepakat dengan isi undangannya dan begitu juga dengan backdrop temanya acaranya dihilangkan. WELCOME TO INDONESI! AGAIN! My boss said!

Kok mereka bisa semena-mena mengubahnya. Alesannya itu hak mereka. Lho, jadi buat apa ngadain rapat? Emang mereka gak liat mereka rapat sama siapa? Heeloooo mereka semua orang asing. Mereka bukan orang Indonesia yang bisa dikadalin dan dikasih janji-janji palsu…Aaarrgghh kali ini saya sebagai putrid Jakarta bener-bener sakit hati dengan sikap pemda daerah tempat tinggal saya sendiri.

Padahal saya selalu membanggakan Jakarta dengan shopping mall, tempat wisata yang seru ke orang2 Malaysia itu, ehh pas mereka tau birokrasi pemerinatahan Jakarta kayak gini, saya rasa jangan harap Indonesia apalagi Jakarta dapet respek dari mereka, deh. Hah, sungguh sangat disayangkan sekali sikap pemda kita. Padahal sebagai ibukota Negara yang punya slogan Enjoy Jakarta, harusnya meerka bisa lebih melayani orang lain termasuk orang asing dengan sebaik-baiknya. Hellooo ini acara internasional… Haduuhh…uda-udah, saya nggak mau memihak pada siapa2 ah…mungkin poanitia juga terlalu memaksa, sedangkan pihak pemda juga nggak bisa kerja cepat. Intinya, memang koordinasi dan komunikasi yang baik dalam sebuah acara itu sangat diperlukan…

At least, kejadian seperti ini membuat saya belajar, ternyata mengatur sebuah acara besar memang nggak gampang, butuh kesabaran dan keikhlasan yang tinggi untuk saling mengerti keadaan orang lain serta butuh integritas yang tinggi juga untuk tetap menjalankan acara sesulit apapun keadaannya. Anggaplah kita sudah tercebur ke dalam got, udah basah, ya sudah mau diapain lagi. Lanjutkan saja pasti masih banyak pengalaman dan tantangan yang akan kita dapat. Ikhlas dan enjoy saja dalam menjalani pekerjaan.

Benar saja, di malam harinya, saya mendapat banyak momen-momen seru bareng teman-teman panitia. Walaupun capek abis kerja dan meeting sampai jam 1 malam, kami masih tetap bisa berkumpul dan foto-foto bersama sambil ketawa-tawa di kamar. Hehehe…teteepp narsis yaa…

SATU HAL YANG TERUS SAYA PELAJARI ADALAH RAHASIA KEBAHAGIAAN ADALAH MELAKUKAN SESUATU UNTUK ORANG LAIN (Dick Gregory)

KEEP FIGHTING. KEEP SMILING

0 komentar:

Posting Komentar